Kamis, 22 Agustus 2013

Merakit PC

Oke guys kali ini kita akan membahas caranya merakit pc, oke langsung kita mulai saja guys....
1. Menyiapkan dan Mengamati Motherboard.
  • Persiapkan motherboardnya dan amatilah setiap bagiannya dengan teliti. Jika perlu Catatlah posisi komponen yang terdapat padanya supaya lebih paham.
Cara Merakit Komputer (10)
  • Bukalah pengunci socket processornya dengan perlahan dengan cara diangkat ke atas.
Cara Merakit Komputer (11)
2. Pemasangan Processor
  • Ambillah processor dan perhatikalah bahwa processor memiliki tanda di salah satu sudutnya, tanda ini biasanya berupa lekukan, lubang atau tanda panah.
  • Paskanlah tanda tersebut dengan tanda yang terdapat pada socket processor di motherboard Anda.
  • Apabila Anda melakukannya dengan benar pada cara merakit komputer ini, maka processor akan duduk di socketnya dengan baik dan benar, dan biasanya tidak akan bisa digerakkah ke kanan atau ke kiri lagi.
  • Kunci lagi socket processor tersebut, dengan cara menarik tuas kebawah lalu mengaitkan pada pengunci yang sudah disediakan.
Cara Merakit Komputer (12)
3. Memasang Heatsink dan Kipas Pendingin
  • Heatsink biasanya sudah terangkai menjadi satu dengan kipas angin, jadi kita tinggal melakukan pemasangan saja dan untuk melakukannya amat mudah.
  • Namun sebelum melakukan pemasangan, Anda harus memperhatikan posisi kabel daya kipasnya dengan lokasi connector daya yang ada di motherboard. Usahakan jaraknya adalah jarak terpendek dan kabelnya itu jangan sampai bersinggungan dengan kipas.
  • Dalam contoh cara merakit komputer kali ini heatsink yang digunakan adalah heatsink Pentium 4 dengan bentuk bulat dan memiliki 4 buah pengunci di 4 titik disekeliling pendingin yang nantinya akan di tancap ke motherboard.
  • Pasangkan heatsink itu dengan meletakkannya pas berada di atas processor lalu posisikan dengan tepat dudukan pendingin pada motherboard yang sudah disediakan.
  • Untuk menguatkannya kuncilah 4 titik yang ada pada pendingin tersebut menekan dan memutar searah dengan jarum jam dengan memakai obeng plus (+).
Cara Merakit Komputer (13)
4. Memasang RAM/Memori
  • Untuk melakukan pemasangan RAM, pada motherboard, bukalah pengunci slot RAM yang terdapat di kedua sisinya.
  • Lihat dengan seksama bahwa setiap keping memori mempunyai parit di sisi bawahnya. Pada cara merakit komputer kali ini kita memakai Double Data Rate Random Access Memory (DDRAM). Seperti yang sudah saya jelaskan diatas bahwa terdapat RAM dengan jenis yang lain, namun sekarang ini sulit ditemui di pasaran dengan keadaan yang baru. RAM ini yang biasa dikenal dengan Syncronous Dynamic Random Access Memory (SDRAM).
  • Posisikan dengan tepat parit atau celah ini dengan slot memori yang ada di motherboard. Jika tidak cocok, maka jangan memaksakannya, karena bisa merusak memori atau slot memori itu sendiri, dan jika sudah rusak Anda harus membeli yang baru.
  • Tekan kedua ujung RAM dengan perlahan namun dengan sedikit tenaga sehingga terdengar bunyi “klik” yang diakibatkan oleh pengunci RAM yang ada di slot RAM tersebut.
Cara Merakit Komputer (14)
5. Menyiapkan Casing
  • Persiapkan casing yang akan dipakai.
  • Letakkan di atas meja, dilantai atau ditempat dimana yang menurut Anda nyaman.
  • Lepaskan sekrup yang terdapat di bagian belakang casing, lalu buka penutup sampingnya dengan perlahan, seperti pada gambar di bawah ini.
Cara Merakit Komputer (15)
  • Paskkan posisi motherboard dengan dudukan yang terdapat di casing.
  • Agar cara merakit komputer ini lancar sampai akhir, yakinkan kaki-kakinya itu akan menopang motherboard Anda pada bagian yang butuh tekanan yang cukup kuat, seperti socket processor atau slot memory. Jangan sampai lupa pada setiap dudukan motherboard yang memiliki lubang baut mesti diberikan sekrup/baut, supaya kokoh dan tidak goyang.
6. Memasang Motherboard
  • Siapkan sekrup-sekrup yang akan dipakai serta obengnya, lalu pasangkan motherboard Anda dengan benar pada dudukan yang disediakan di casing.
  • Kemudian putar searah dengan jarum jam sekrup-sekrup yang dipakai untuk motherboard tersebut dengan baik dan benar.
Cara Merakit Komputer (16)
7. Menyiapkan Harddisk
  • Siapkan harddisk Anda, lalu lihat bagian jumpernya. Pada jumper ada pilihan Master, Slave atau Cable Select. Keterangan ini bisa Anda jumpai di permukaan harddisk.
  • Pasangkan jumper di posisi yang Anda diinginkan. Bila perlu gunakan pinset guna mencabut atau memasang jumper pada harddisk.
  • Jika cuma ada 1 buah harddisk saja, maka jumper diposisikan sebagai Master.
  • Namun jika ada 2 buah harddisk yang digunakan pada 1 komputer dan keduanya akan digunakan, maka 1 harddisk dijadikan Master sedangkan harddisk lainnya harus diatur di posisi Slave.
8. Memasang Harddisk ke Casing
  • Beberapa casing memakai sistem bracket yang bisa dilepas dengan mudah guna memudahkan untuk pemasangan harddisk.
  • Dalam artikel cara merakit komputer ini saya menyarankan, gunakanlah sekrup yang pas, jangan kebesaran dan kepanjangan karena akan merusak harddisk, lalu pasang sekrup di dudukan harddisk dengan baik dan benar.
Cara Merakit Komputer (17)
9. Menghubungkan Harddisk ke Motherboard
  • Lihatlah bahwa ada dua jenis kabel data IDE, yaitu 40-wire dan 34-wire. Kabel 40-wire dipakai untuk harddisk, sedangkan kabel 34-wire dipakai untuk flopy disk drive (FDD).
  • Instalasi kabel data ini jangan sampai terbalik. Di satu sisi umumnya ada kabel yang berwarna merah yang berarti itu adalah pin nomor 1.
  • Posisi ini juga ada tandanya di harddisk. Wajarnya posisi pin 1 di harddisk (kabel warna merah) ada pas bersebelahan dengan connector daya yang juga berwarna merah.
Cara Merakit Komputer (18)
10. Menyiapkan CD / DVD Drive
  • Sama seperti harddisk, CD / DVD drive juga memiliki jumper yang berfungsi untuk menentukan posisi Master atau Slave. Aturlah jumper pada posisi yang Anda ingin.
12. Memasang CD/DVD Drive
  • Untuk melakukan pemasangan CD/DVD drive umumnya kita perlu melepaskan panel depan casing dulu, namun ini juga tergantung dengan jenis atau model casing yang Anda gunakan.
  • Bukalah penutup drive yang berada di panel depan pada casing.
  • Pasangkan CD/DVD drive dengan baik dan benar sampai tidak goyah, lalu tutup lagi panel depan casing Anda (bila memakai panel depan).
13. Menghubungkan CD/DVD Drive ke Motherboard
  • Untuk memasang kabel data IDE yang berasal dari CD/DVD ke motherboard caranya tidak berbeda dengan harddisk.
  • Pasangkan connector CD/DVD, lalu ujung yang satu lagi menuju ke motherboard, di connector yang ada tulisan CD.
  • Jangan sampai lupa, selalu rapikan kabel-kabel yang ada supaya kabel dalam cara merakit komputer ini tidak saling membelit dan semrawut. Aturlah lintasan serta jalur kabel agar rapi, bila diperlukan ikat dengan rapi agar enak dipandang mata.
14. Menghubungkan Kabel Connector Pada Motherboard
  • Sekarang Anda harus menghubungkan kabel-kabel yang ada di casing ke motherboard.
  • Kabel-kabel yang ada di casing terdiri dari switch daya, indikator daya, indikator harddisk, tombol reset serta speaker, seperti yang ada pada gambar di bawah ini.
  • Untuk casing dengan model tertenu yang tersedia panel depan, contohnya universal serial bus (USB), maka kabel-kabelnya juga mesti dikoneksikan ke motherboard supaya bisa berfungsi dengan normal.
Cara Merakit Komputer (19)
15. Menghubungkan Kabel Daya
  • Jika suda terpasang semua, kemudian langkah berikutnya cara merakit komputer yaitu mengkoneksikan kabel daya dari catu daya (power supply) ke motherboard, harddisk, dan CD/DVD ROM.
  • Untuk motherboard Pentium 4, paling sedikit ada 2 connector daya yang mesti dipasang, seperti gambar berikut ini.
Cara Merakit Komputer (20)
Cara Merakit Komputer (21)
  • lalu koneksikanlah juga kabel daya ke hardisk dan CD/DVD ROM. Bila casing Anda memakai kipas untuk pendinginan, hubungkanlah kipas tersebut ke catu daya atau ke motherboard, sesuai dengan connector yang disediakan agar bisa berfungsi.
Cara Merakit Komputer (22)
16. Siapkan Komponen-komponen Bagian Luar
  • Apabila komponen-komponen pada cara merakit komputer yang ada di bagian dalam sudah selesai, selanjutnya adalah komponen-komponen yang ada pada bagian luar, seperti misalnya colokan monitor, colokan keyboard, colokan mouse dan speaker.
Cara Merakit Komputer (23)
  • Untuk komponen-komponen bagian luar ini, kita hanya melakukan penyambungan kabel-kabelnya saja di terminal yang telah ditentukan, misalnya keyboard, mouse, speaker dan lain-lainnya.
  • Ingat dan jangan sampai lupa kabel-kabel daya, baik untuk bagian casing maupun monitor.
17. Memeriksa Catu Daya
  • Telitilah dengan seksama pada catu daya (power supply) yang Anda pakai. Tegangan normal yaitu 220 – 230 Volt. jika terdapat switch, pindahkanlah switch ke sumber tegangan yang memang sesuai.
Cara Merakit Komputer (24)
  • Beberapa catu daya sudah memiliki pemindahan tegangan (switch) antara 110 atau 220 Volt.
18. Komputer Anda Sudah Siap Digunakan
  • Sampai langkah ini komputer Anda sudah siap untuk digunakan dan diinstal sistem operasi.
  • Nyalakan komputer Anda dengam menekan tombol power yang ada, namun sebelumnya berdoa terlebih dahulu, agar tidak ada kendala.
  • Jika tidak ada kesalahan, maka komputer rakitan Anda akan menyala.
  • Jika tidak mau menyala, coba periksa kembali kabel dayanya.
19. Menginstal Sistem Operasi
  • Jika sudah menyala dengan normal, installah sistem operasi yang Anda inginkan agar komputer Anda bisa langsung Anda gunakan.
  • Install juga software-software yang Anda inginkan
Demikianlah artikel cara merakit komputer ini ini saya buat. Jika ada yang salah mohon dikoreksi karena saya juga manusia yang tidak luput dari salah. Saya ucapkan terima kasih karena sudah mau berkunjung ke blog saya. Tinggalkanlah komentar Anda baik dalam bentuk, saran, kiritk,  atau ucapan terima kasih sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras saya membuat artikel ini. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih telah berkunjung ke artikel cara merakit komputer.

Selasa, 06 Agustus 2013

SURFAKTANT




Struktur trigliserilda dengan gliserol sebagai rantai utama
Minyak adalah istilah umum untuk semua cairan organik yang tidak larut/bercampur dalam air (hidrofobik) tetapi larut dalam pelarut organik.[1] Ada sifat tambahan lain yang dikenal awam: terasa licin apabila dipegang.[1] Dalam arti sempit, kata 'minyak' biasanya mengacu ke minyak bumi (petroleum) atau produk olahannya: minyak tanah (kerosena).[1] Namun demikian, kata ini sebenarnya berlaku luas, baik untuk minyak sebagai bagian dari menu makanan (misalnya minyak goreng), sebagai bahan bakar (misalnya minyak tanah), sebagai pelumas (misalnya minyak rem), sebagai medium pemindahan energi, maupun sebagai wangi-wangian (misalnya minyak nilam).[1]
Minyak adalah salah satu kelompok yang termasuk pada golongan lipid, yaitu senyawa organik yang terdapat di alam serta tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik non-polar, misalnya dietil eter (C2H5OC2H5), Kloroform (CHCl3), benzena dan hidrokarbon lainnya yang polaritasnya sama.[1]
Minyak merupakan senyawaan trigliserida atau triasgliserol, yang berarti “triester dari gliserol”.[1] Jadi minyak juga merupakan senyawaan ester.[1] Hasil hidrolisis minyak adalah asam karboksilat dan gliserol.[1] Asam karboksilat ini juga disebut asam lemak yang mempunyai rantai hidrokarbon yang panjang dan tidak bercabang.[1]



Jenis-jenis minyak

Dilihat dari asalnya terdapat dua golongan besar minyak: minyak yang dihasilkan tumbuh-tumbuhan (minyak nabati) dan hewan (minyak hewani), dan minyak yang diperoleh dari kegiatan penambangan (minyak bumi).[2]

Minyak tumbuhan dan hewan

Minyak tumbuhan dan hewan semuanya merupakan lipid.[2] Dari sudut pandang kimia, minyak kelompok ini sama saja dengan lemak.[2] Minyak dibedakan dari lemak berdasarkan sifat fisiknya pada suhu ruang: minyak berwujud cair sedangkan lemak berwujud padat<.[2] Penyusunnya bermacam-macam, tetapi yang banyak dimanfaatkan orang hanya yang tersusun dari dua golongan saja[2]:

  • Gliserida dan atau asam lemak, yang mencakup minyak makanan (minyak masak atau minyak sayur serta minyak ikan), bahan baku industri sabun, bahan campuran minyak pelumas, dan bahan baku biodiesel. Golongan ini biasanya berwujud padat atau cair pada suhu ruang tetapi tidak mudah menguap.
  • Terpena dan terpenoid, yang dikenal sebagai minyak atsiri, atau minyak eteris, atau minyak esensial (bukan asam lemak esensial!) dan merupakan bahan dasar wangi-wangian (parfum) dan minyak gosok. Golongan ini praktis semuanya berasal dari tumbuhan, dan dianggap memiliki khasiat penyembuhan (aromaterapi).[3]. Kelompok minyak ini memiliki aroma yang kuat karena sifatnya yang mudah menguap pada suhu ruang (sehingga disebut juga minyak "aromatik").
Beberapa minyak tumbuhan lainnya yang banyak digunakan[4]:

  • Minyak ikan, kaya DHA, baik untuk kerja otak
  • Margarin, bentuk padat karena perubahan cis menjadi transfer
  • Biodiesel, bahan akar ramah lingkungan

Minyak bumi


Minyak bumi merupakan campuran berbagai macam zat organik, tetapi komponen pokoknya adalah hidrokarbon[5]. Minyak bumi disebut juga minyak mineral karena diperoleh dalam bentuk campuran dengan mineral lain.[5] Minyak bumi tidak dihasilkan dan didapat secara langsung dari hewan atau tumbuhan, melainkan dari fosil.[5] Karena itu, minyak bumi dikatakan sebagai salah satu dari bahan bakar fosil.[5] Beberapa ilmuwan menyatakan bahwa minyak bumi merupakan zat abiotik, yang berarti zat ini tidak berasal dari fosil tetapi merupakan zat anorganik yang dihasilkan secara alami di dalam bumi.[2] Namun, pandangan ini diragukan secara ilmiah karena hanya memiliki sedikit bukti yang mendukung.[5]

Analisis untuk Lemak dan Minyak

Jenis-jenis lemak dan minyak dapat dibedakan berdasarkan sifat-sifatnya.[1] Pengujian sifat-sifat lemak dan minyak ini meliputi[2]:

  • angka penyabunan
  • angka ester
  • angka iodin
  • angka Reichert Meissel
Pengujian untuk menentukan kualitas minyak, seperti[2]:

  • angka asam
  • angka peroksida
  • angka asam thiobarbiturat (TBA)
  • kadar minyak

Pengolahan minyak

Minyak yang dijumpai di pasaran dapat berupa zat murni, tetapi umumnya adalah larutan/campuran.[2] Proses pengolahan minyak murni (penyulingan / kilang minyak) biasanya mencakup pemisahan dari bahan-bahan residu diikuti dengan pendinginan (kondensasi).[5] Proses pencampuran dengan bahan-bahan tertentu jika diperlukan dapat dilakukan setelahnya.[5]
Dalam pembentukkan minyak, enzim denaturase akan membantu memasukkan ikatan rangkap pada posisi tertentu di rantai asam lemak.[5] Enzim akan terus bekerja berurutan hingga menghasilkan produk akhir yaitu minyak.[3]

Referensi


  1. ^ a b c d e f g h i j Herlina N, Ginting M. Hendra S. 2002. Lemak dan MinyakDiakses pada 4 April 2010.
  2. ^ a b c d e f g h i (Inggris) Hart H. 1983. Organic Chemistry, a Short Course, 6th Edition. Michigan State University, Houghton Mifflin Co.Page 87-88.
  3. ^ a b (Inggris) Taiz L, Zeiger E. 2006. Plant physiology ed ke-4. Sinaver associates, inc., publishers:Massachusetts.Page 56-57.
  4. ^ Iskandar S. 2005. Minyak Tumbuhan, Sumber Energi AlamiDiakses pada 13 Apr 2010.
  5. ^ a b c d e f g h (Inggris) Lea PJ, Leegood RC.1999. Plant Biochemistry and Molecular Biology 2nd edition. West Sussex, England: John Wiley & Sons.Page 103.

 5 MANFAAT DARI MINYAK KELAPA


"-Minyak kelapa murni sudah dipakai sejak berabad silam. Selain untuk memasak, minyak kelapa sebenarnya dapat diandalkan untuk menjaga kesehatan kulit.

Sekitar 50 persen kandungan minyak kelapa terdiri dari asam laurat yang diketahui mampu menyingkirkan infeksi bakteri atau jamur.

Asam laurat juga banyak dipakai dalam produk kosmetik karena meningkatkan permeabilitas kulit sehingga bahan-bahan aktif dalam kosmetik bisa menembus lapisan kulit.

Nah, berikut adalah beberapa manfaat minyak kelapa bagi kulit:

1. Melembabkan kulit yang kering dan teriritasi.

2. Melembabkan kulit kepala yang kering serta memperbaiki rambut pecah-pecah. Pijat secara teratur di kulit kepala setelah keramas.

3. Bisa dipakai sebagai pengganti deodoran karena kemampuannya sebagai antijamur, caranya oleskan sedikit minyak kelapa di ketiak.

4. Menguatkan dan menyehatkan kuku. Gunakan sebagai minyak untuk memijat tangan dan kuku.

5. Oleskan pada jerawat dan biarkan semalaman untuk mengempeskan jerawat yang disebabkan oleh bakteri.

Teknik Pembuatan Minyak Kelapa


Minyak kelapa merupakan minyak yang dihasilkan dari daging buah kelapa.  Secara umum pembuatan minyak kelapa terbagi menjadi 3 macam yaitu:
 
1. Cara kering.
 
2. Cara basah yang terbagi atas beberapa metode diantaranya adalah pemancingan, pengasaman, mekanik, enzimatk dan penggaraman.
 
3. Cara ekstraksi Pelarut
  Cara kering
Metode pembuatan minyak kelapa dengan cara kering, terlebih dahulu daging buah kelapa dibuat dalam bentuk kopra.  Untuk dibuat dalam bentuk kopra, maka daging buah kelapa dibuat menjadi kering dengan jalan menjemur pada terik matahari atau dikeringkan melalui oven. Pengeringan daging kelapa dengan penjemuran sangat tergantung pada kondisi cuaca, sehingga pengeringan akan lebih baik ketika berada pada musim panas.  Dan apabila pengeringan dilakukan pada musim penghujan, proses pengeringan dapat memakan waktu yang lebih lama.  Waktu yang lama dalam proses pengeringan akan sangat mengganggu kualitas kopra yang dihasilkan yang disebabkan karena adanya proses biologis.
Untuk proses pengeringan dengan menggunakan oven akan lebih cepat dibandingankan dengan cara pengeringan melalui penjemuran pada sinar matahari.  Pengeringan dengan menggunakan oven akan memakan biaya operasional yang lebih besar.
Adapun langkah-langkah pembuatan minyak kelapa dengan cara kering adalah sebagai berikut :
1. Kopra dicacah, kemudian dihaluskan menjadi serbuk kasar.
2. Serbuk kopra dipanaskan, kemudian dipres sehingga mengeluarkan minyak. Ampas yang dihasilkan masih mengandung minyak. Ampas digiling sampai halus, kemudian dipanaskan dan dipres untuk mengeluarkan minyaknya.
3. Minyak yang terkumpul diendapkan dan disaring.
4. Minyak hasil penyaringan diberi perlakuan berikut:
• Penambahan senyawa alkali (KOH atau NaOH) untuk netralisasi (menghilangkan asam lemak bebas).
• Penambahan bahan penyerap (absorben) warna, biasanya menggunakan arang aktif agar dihasilkan minyak yang jernih dan bening.
• Pengaliran uap air panas ke dalam minyak untuk menguapkan dan menghilangkan senyawa-senyawa yang menyebabkan bau yang tidak dikehendaki.
5 Minyak yang telah bersih, jernih, dan tidak berbau dikemas di dalam kotak kaleng, botol plastik atau botol kaca.

Cara Basah
Langkah awal pembuatan minyak kelapa dengan cara basah yaitu daging buah kelapa dibentuk menjadi santan.  Proses pembuatan santan merupakan tahap yang paling penting dalam pembuatan minyak.  Untuk dapat membuat minyak yang lebih banyak maka jenis buah kelapa yang dipilih yaitu kelapa yang setengah tua dan kelapa tua.
Santan itu sendiri merupakan jenis emulsi minyak dalam air (M/A), dimana yang berperan sebagai media pendispersi adalah air dan fasa terdispersinya adalah minyak.  Globula-globula minyak dalam santan dikelilingi oleh lapisan tipis protein dan fosfolida.  Lapisan protein menyelubungi tetes-tetes minyak yang terdispersi di dalam air.  Untuk dapat menghasilkan minyak maka lapisan protein itu perlu dipecah sehingga tetes-tetes minyak akan bergabung menjadi minyak.  Jadi pada prinsipnya pembuatan minyak kelapa cara basah atau melalui santan adalah pemecahan system emulsi santan melalui denaturasi protein.   Cara basah ini dapat dilakukan secara kimiawi, mekanik, thermal, biologis / enzimatik
Teknik pembuatan minyak kelapa secara thermal biasa disebut juga dengan teknik pemanasan.  Untuk membuat minyak kelapa dengan cara pemanasan cukup sederhana, yaitu hanya melakukan pemanasan terhadap santan yang telah dibuat.  Tujuan dari pemanasan adalah untuk menghilangkan kandungan air yang terdapat di dalam santan tersebut.  Umumnya minyak yang dihasilkan dengan cara pemanasan ini berwarna kekuning kuningan.  Blondo yang diperoleh dari hasil pengolahan minyak kelapa dengan cara pemanasan memiliki warna coklat kehitaman.  Teknik semacam ini biasanya dimiliki oleh industry olahan dalam skala rumah tangga.
Metode Penggaraman
Metode penggaraman dilakukan dengan tujuan untuk pemecahan system emulsi santan dengan pengaturan kelarutan protein di dalam garam.
Protein yang terdapat di dalam santan akan larut dengan adanya penambahan garam (salting in), akan tetapi pada kondisi tertentu kelarutan garam akan turun seiring dengan peningkatan konsentrasi garam.  Dengan penurunan tingkat kelarutan protein diikuti dengan pengikatan molekul-molekul air oleh garam tersebut, yang selanjutnya juga terjadi pemisahan antara cairan minyak dengan air (salting out).
Metode pembuatan minyak kelapa dengan cara penggaraman dilakukan dengan menambahkan larutan garam bervalensi 2 contohnya adalah garam CaCl2.2H2O pada krim santan yang telah diperoleh dari tahap awal pembuatan minyak.  Garam digunakan sebagai perusak kestabilan emulsi.  Tahapan yang dilakukan dalam pembuatan minyak kelapa dengan metode penggaraman (garam yang dipakai misalnya CaCl2.2H2O).
1. Garam Ca ditambahkan  kedalam santan dan diaduk dengan menggunakan pengaduk magnet agar campuran antara garam dan santan menjadi homogen.
2. Campuran antara garam dengan santan kemudian didiamkan kurang lebih 12 jam untuk mendapatkan 3 lapisan yaitu air yang berada paling bawah, blondo yang ada di tengah dan minyak yang berada pada lapisan paling atas.
3. Minyak yang dihasilkan dipisahkan, sedangkan blondo disentrifugasi untuk mengeluarkan minyak yang masih terikat blondo.
Metode pengasaman
Perusakan protein atau denaturasi protein untuk dapat mendapatkan minyak kelapa dapat dilakukan dengan cara pengasaman.  Pada prinsipnya teknik pengasaman ini adalah metode denaturasi protein dikarenakan terbentuknya ion zwitter pada kondisi iso elektronik.  Zwiter ion terbentuk karena molekul memiliki adanya muatan yang berlawanan dimasing-masing ujungnya.  Di dalam protein sendiri sebenarnya mengandung gugus NH2 yang lebih memiliki muatan posotif dan gugus karboksilat yang bermuatan negative.   Untuk dapat mencapai kondisi iso elektronik ini, maka santan dibuat dalam kondisi asam.  Biasanya pengaturan pH untuk mendapat kondisi iso elektrik yaitu pada pH 4,5 yang dilakukan dengan penambahan asam asetat (CH3COOH) atau yang sering dikenal dengan cuka makanan.
Dengan cara  pengasaman ini akan terbentuk tiga lapisan juga, dimana lapisan minyak berada paling atas, kemudian lapisan tengah protein dan lapisan bawah adalah air.  Adapun minyak yang diperoleh dari cara pengasaman warna akan jernih.
Metode pemancingan
Cara pemancingan pada pembuatan minyak kelapa merupakan pemecahan system emulsi santan dengan mengatur memperbesar tegangan permukaan.  Untuk dapat memancing minyak keluar dari system emulsi digunakan umpan yang berupa minyak juga.  Penggunaan umpan akan sangat mempengaruhi hasil dari kualitas minyak.  Apabila umpan yang digunakan adalah minyak dengan kualitas yang bagus, maka akan diperoleh minyak yang berkualitas bagus pula, akan tetapi sebaliknya apabila minyak yang dijadikan umpan secara kualitas kurang bagus maka hasil minyak yang didapat juga kualitasnya kurang bagus.
Teknik enzimatik
Teknik enzimatik merupakan metode untuk denaturasi protein dengan bantuan enzim.  Beberapa jenis enzim yang dapat digunakan pada proses ini misalnya papain, bromelain, poligalakturonase, alfa amylase, protease, atau pektinase.  Tahapan pembuatan minyak kelapa dengan cara enzimatik ini adalah dengan pembuatan santan yang dihasilkan dari pemerasan menggunakan air kelapa.  Adapun tujuan penggunaan air kelapa adalah untuk mempercepat proses penggumpalan.  Santan selanjutnya ditambah dengan enzim yang akan digunakan untuk proses fermentasi dengan jalan didiamkan selama satu malam.  Keesokan harinya dilakukan pemisahan antara minyak kelapa dengan protein atau blondo.
Teknik pendinginan
Metode pendinginan didasarkan pada perbedaan antara titik beku air dan titik beku minyak.  Titik beku minyak berada pada kisaran 15 oC sedangkan air memiliki titik beku pada 0 oC, oleh karena itu pemakaian teknik pendinginan ini minyak akan membeku terlebih dahulu dibandingkan air.  Atau dengan kaya lain minyak akan menggumpal lebih awal dan selanjutnya dapat dipisahkan dengan komponen air.
Teknik mekanik
Teknik mekanik dilakukan dengan maksud merusak protein dan air yang menyelubungi tetes-tetes minyak.  Caranya yaitu dengan memasukkan santan kedalam mixer atau terjadi pengadukan.  Dengan adanya pengadukan terus-menerus molekul air dan molekul protein dapat rusak yang akhirnya tetes-tetes minyak dapat keluar.
Teknik gelombang mikro
Penggunaan gelombang mikro pada pembuatan minyak kelapa dimaksudkan untuk merusak susunan protein karena adanya kombinasi orientasi molekul polar (protein dan air) penyusun emulsi thermal.  Karena kerusakan tersebut maka komponen minyak akan keluar dari system emulsi.
Cara Ekstraksi Pelarut
Untuk membuat minyak dengan cara ekstraksi pelarut, daging buah kelapa juga dibuat dalam bentuk kopra.  Prinsip dari cara ini yaitu menggunakan pelarut yang dapat melarutkan minyak.  Adapun karakteristik pelarut yang digunakan untuk ekstraksi minyak kelapa diantaranya bertitik didih rendah, mudah menguap, tidak berinteraksi secara kimia dengan minyak dan residunya tidak beracun. Urutan dari proses ekstraksi minyak kelapa dengan menggunakan bahan pelarut yaitu:
1. Kopra dicacah, kemudian dihaluskan menjadi serbuk.
2. Serbuk kopra ditempatkan pada ruang ekstraksi, sedangkan pelarut pada ruang penguapan. Kemudian pelarut dipanaskan sampai menguap. Uap pelarut akan naik ke ruang kondensasi. Kondensat (uap pelarut yang mencair) akan mengalir ke ruang ekstraksi dan melarutkan lemak serbuk kopra. Jika ruang ekstraksi telah penuh dengan pelarut, pelarut yang mengandung minyak akan mengalir (jatuh) dengan sendirinya menuju ruang penguapan semula.
3. Di ruang penguapan, pelarut yang mengandung minyak akan menguap, sedangkan minyak tetap berada di ruang penguapan. Proses berlangsung terus menerus sampai 3 jam.
4. Pelarut yang mengandung minyak diuapkan. Uap yang terkondensasi pada kondensat tidak dikembalikan lagi ke ruang penguapan, tapi dialirkan ke tempat penampungan pelarut. Pelarut ini dapat digunakan lagi untuk ekstraksi. penguapan ini dilakukan sampai diperkirakan tidak ada lagi residu pelarut pada minyak.
5. Selanjutnya, minyak dapat diberi perlakuan netralisasi, pemutihan dan penghilangan bau.
Meskipun cara ini cukup sederhana, tapi jarang digunakan karena biayanya relatif mahal.

Senin, 05 Agustus 2013


Cara cepat membuat animasi 3d dengan blender
Blender adalah perangkat lunak pengolahan 3 dimensi yang gratis. Blender dapat digunakan untuk membuat animasi 3 dimensi. Perangkat lunak ini juga memiliki fitur untuk membuat permainan. Blender tersedia untuk berbagai sistem operasi, seperti Microsoft Windows, Mac OS X, Linux, IRIX, Solaris, NetBSD, FreeBSD, dan OpenBSD. Perangkat lunak ini berlisensi GPL dan kemudian kode sumbernya tersedia dan dapat diambil siapa saja. Blender dapat didownload di http://www.blender.org. Versi terbaru adalah 2.49b.
Berikut ini akan dijelaskan cara pembuatan animasi 3D dengan menggunakan Blender. Hasil akhir dari animasi ini adalah sebuah video animasi dari model sederhana yang melakukan gerakan berjalan, lambaian tangan, dan lyp sync suara.
Hasil akhirnya kira-kira akan seperti ini:
300px BSoD ItCA weightPaint 29 Animasi dengan Blender   Bag. 1 : 
Modeling 300px BSoD ItCA lower body 25 Animasi dengan Blender   Bag. 1 : 
Modeling
300px BSoD ItCA demo 01 Animasi dengan Blender   Bag. 1 : 
Modeling 300px BSoD ItCA demo 02 Animasi dengan Blender   Bag. 1 : 
Modeling
Proses pembuatannya dibagi menjadi 3 tahap, yaitu:
  1. Membuat model
  2. Persiapan sebelum animasi
  3. Membuat animasi
Membuat Model
Kita akan membuat sebuah model manusia sederhana seperti pada gambar di bawah ini:
400px Tutorial feet 20 Animasi dengan Blender   Bag. 1 : Modeling
Bagian pertama : membuat wajah
a. Membuat model dasar
Untuk membuat suatu model, pertama kita buat model dasar atau disebut dengan Mesh. Model dasar yang kita gunakan adalah Plane, untuk menambahkannya tekan tombol SPACE >> Add >> Mesh >> Plane. Ubah tampilan objek ke depan dengan menekan tombol 1
BSoD ItCA setup 02 Animasi dengan Blender   Bag. 1 : Modeling
Ketika plane sudah ditambahkan, Blender akan berubah ke Edit Mode.
Hapus setengah bagian dari model, yaitu bagian sebelah kiri, caranya:
  • Tekan tombol A
  • Tekan tombol B untuk merubah kursor ke mode Border Select. Buat sebuah segi empat sampai setengah plane, lalu klik kiri dan tekan X untuk menghapusnya.
    Tutorial half a plane Animasi dengan Blender   Bag. 1 : Modeling
Lakukan mirroring pada objek tersebut dengan menekan Tab lalu tekan F9.
b. Membuat mulut
Selanjutnya kita akan membuat mulut dari model dasar ini, caranya:
  • Klik kanan pada titik pusat.
  • Tekan tombol G, lalu tekan tombol X
  • Tekan tombol 2 untuk memanjangkan ke kanan
  • Klik kiri atau tekan Enter untuk konfirmasi.
    300px Tutorial moving middle vertex Animasi dengan Blender   Bag. 1
 : Modeling
  • Pilih semua vertex dengan menekan tombol A.
  • Masuk ke mode Extrude dengan menekan tombol E >> Only Edges
  • Lakukan pembesaran (skala) dengan menekan tombol S dan drag mouse sampai ukuran yang diinginkan, lalu klik kiri jika sudah selesai.
  • Ulangi ekstrusi dan penskalaan sebanyak 2x lagi (sehingga total 3x) sehingga objek menjadi seperti ini:
    300px Tutorial second loopcut Animasi dengan Blender   Bag. 1 : 
Modeling
Berikutnya bentuk mulut tersebut dengan cara:
  • tekan tombol 1
  • tekan O (huruf) untuk mengaktifkan Proporsional Editing.
  • Ubah tampilan ke bagian atas dengan tombol 7.
  • Pindahkan vertex dengan menekan tombol G dan mouse wheel.
  • Berikutnya tekan Tab untuk merubah ke Object Mode
  • Tekan F9, lalu tekan CTRL+N  hingga hasilnya kira-kira seperti ini:
    270px Tutorial normals right Animasi dengan Blender   Bag. 1 : 
Modeling
  • Selanjutnya tambahkan subsurf modifier untuk membuat bagian pojok mulut menjadi sedikit tumpul
    270px Tutorial subsurfed mouth Animasi dengan Blender   Bag. 1 : 
Modeling
c. Membuat wajah dan mata
Membuat bentuk wajah:
  • Tekan Alt + klik kanan untuk memilih semua vertex
  • Tekan angka 3 untuk merubah tampilan
  • Tekan O, lalu tekan E untuk Extrude.
  • Pindahkan vertex kembali, lalu klik kiri untuk konfirmasi
  • Lakukan pembesaran dengan menekan tombol S dan mouse wheel.
  • Berikan sedikit bentuk dengan mengaktifkan kembali menu Editing dengan menekan tombol O lalu bentuk hingga menyerupai bentuk wajah
    150px Tutorial face 9 Animasi dengan Blender   Bag. 1 : Modeling
Membuat lubang mata:
  • tekan CTRL+R dan tombol mouse tengah.
  • Pilih 2 vertex yang terlihat di tampilan Deleting Edge, lalu tekan X untuk menghapus.
Menambahkan mata
Untuk menambahkan  mata kita buat objek baru yang terpisah, caranya:
  • tekan Tab untuk ke mode Objek.
  • Tambahkan model dasar UV Sphere dengan menekan tombol Space >> Add >> Mesh >> UV Sphere.
  • Pada kotak notifikasi, rubah Segments and Rings ke 8.
  • Tekan G untuk memindahkan mata ini ke posisi mata pada wajah yang kita buat sebelumnya. Lakukan penskalaan untuk mendapat ukuran yang sesuai.
  • Lakukan Subsurf untuk menghaluskan objek mata yang kita buat.
  • Berikutnya buat satu buah mata lagi dengan cara menduplikasikannya, tekan Shift + S >> Cursor to selection lalu pilih mata yang sebelumnya sudah dibuat.
  • Tekan Shift + D untuk menduplikasikan mata tersebut
  • Posisikan mata tersebut pada lubang mata satunya sehingga wajah yang sudah kita buat sekarang sudah memiliki 2 mata.
    250px Tutorial face 14 Animasi dengan Blender   Bag. 1 : Modeling
Setelah ditambahkan mata, kita lihat ada sedikit lubang di sekitar mata tersebut. Untuk menutupnya lakukan cara berikut:
  • Ubah ke mode edit wajah, tekan TAB
  • Pindahkan vertex mengelilingi mata
  • Pilih soket mata dengan Alt + klik kanan, lalu skalakan dengan menekan S.
  • Tekan E >> Edges Only untuk melakukan extrude.
    200px Tutorial face 17 Animasi dengan Blender   Bag. 1 : Modeling
Terakhir untuk membuat kelopak mata, lakukan langkah berikut:
  • Loop cut lingkaran di sekitar mata, tekan CTRL+R untuk membuat vertex baru.
  • Tekan vertex baru tersebut ke depan dan bawah dengan menekan G
  • Buat loop cut lain dengan Ctrl + R diantara mata lalu pindahkan ke sekitar mata untuk membuat kelopak matanya.
    200px Tutorial face 21 Animasi dengan Blender   Bag. 1 : Modeling
d. Memodelkan keseluruhan bentuk kepala
Caranya:
  • Tekan Alt + mouse kanan pada bagian atas kepala
  • Tekan E untuk extrude
  • Geser vertex sehingga bentuknya memanjang.
  • Lakukan hal yang sama untuk bagian tengah dan bawah sehingga hasilnya menyerupai bola kepala. Dan lakukan extrude lagi sehingga bagian belakang kepala agak melengkung ke dalam.
    150px Tutorial head 3 Animasi dengan Blender   Bag. 1 : Modeling
  • Tutup lubang di belakang kepala dengan cara memilih 4 vertex belakang kepala secara bersamaan, dan buat face-out dengan menekan tombol F.
    150px Tutorial head 8 Animasi dengan Blender   Bag. 1 : Modeling
e. Membuat bagian dalam mulut
Lakukan langkah berikut:
  • Pindah ke tampilan samping dengan menekan tombol 3.
  • Tekan Alt+B dan geser kotak disekitar bagian bawah kepala. Klik kiri untuk konfirmasi
  • Putar tampilan sehingga kita bisa melihat bagian dalam kepala.
  • Tekan Alt + mouse kanan untuk melakukan Loop-Select
  • Pilih 4 vertex di mulut lalu tekan F untuk membuat face-out
  • Buat loop-cut disekeliling bagian dalam mulut dengan menekan Ctrl+R.
  • Bentuk bagian dalam mulut tersebut hasilnya kira-kira menjadi seperti ini:
    200px Tutorial head 18 Animasi dengan Blender   Bag. 1 : Modeling
Untuk menutup lubang mulut, lakukan langkah berikut:
  • Buat 2 buah loop-cut di bagian depan wajah dan di bagian dalam mulut.
  • Pilih menu subsurf, lalu pilih vertexnya dan mulai tutup mulutnya.
Gambar-gambar di bawah ini menunjukkan proses penutupan mulut dengan status Subsurf menyala.
200px Tutorial head 23 Animasi dengan Blender   Bag. 1 : Modeling 200px Tutorial head 24 Animasi dengan Blender   Bag. 1 : Modeling
200px Tutorial head 25 Animasi dengan Blender   Bag. 1 : Modeling 200px Tutorial head 26 Animasi dengan Blender   Bag. 1 : Modeling
  • Jika sudah, matikan mode Subsurf, dan inilah hasil akhir wajah yang kita buat:
    200px Tutorial head 30 Animasi dengan Blender   Bag. 1 : Modeling
Bagian kedua: membuat badan
a. Membuat leher dan dada
Caranya:
  • Pilih vertex di bawah kepala, lalu lakukan extrude dengan Alt + Mouse kanan.
  • Bentuk leher dan lakukan Loop Cut (CTRL+R). Lakukan sampai sesuai dengan bentuk leher
    200px Tutorial upp bod 04 Animasi dengan Blender   Bag. 1 : 
Modeling
  • Lakukan extrude bagian bawah leher untuk membentuk dada dan bahu
Untuk membentuk badan dilakukan banyak extrude/pelebaran dari vertex-vertex sehingga membentuk bagian yang kita inginkan. Disini semua tergantung keinginan sang animator untuk membuat modelnya seperti apa. Cara untuk melakukan extrude sudah dijelaskan sebelumnya. Kira-kira hasilnya akan seperti ini:
200px Tutorial upp bod 17 Animasi dengan Blender   Bag. 1 : 
Modeling
b. Membuat tangan
Caranya:
  • Pilih vertex lingkaran pangkal lengan, lalu lakukan extrude ke kanan
  • lakukan penskalaan pada beberapa bagian sehingga menyerupai lengan
    200px Tutorial arm 06 Animasi dengan Blender   Bag. 1 : Modeling
  • untuk membuat tangan, juga lakukan extrude hingga mencapai hasil berikut
    200px Tutorial hand 04 Animasi dengan Blender   Bag. 1 : Modeling
  • tutup lubang di ujung kanan dengan menekan tombol F
  • agar lebih terlihat sebagai tangan, kita lakukan pembentukan dan lakukan dalam mode Subsurf menyala.
    200px Tutorial hand 10 Animasi dengan Blender   Bag. 1 : Modeling
Gambar ini adalah hasil model kita sampai dengan tahap ini
650px Tutorial hand 11 Animasi dengan Blender   Bag. 1 : Modeling

c. membuat perut
untuk membuat perut cukup mudah, caranya hanya dengan melakukan extrude/pelebaran vertex-vertex di bawah dada sehingga membentuk perut. Selain itu juga lakukan penskalaan pada beberapa titik
200px Tutorial torso 01 Animasi dengan Blender   Bag. 1 : 
Modeling
d. membuat kaki
Caranya:
  • pertama tutup terlebih dahulu sedikit bagian tengah dari pinggang dengan tombol CTRL+R
    200px Tutorial torso 09 Animasi dengan Blender   Bag. 1 : 
Modeling
  • untuk membuat kaki, extrude lingkaran (lubang kaki) ke bawah hingga membentuk kaki
  • bentuklah kaki hingga menyerupai kaki dengan beberapa titik membesar (lakukan skala).
ini adalah bentuk model kita sampai saat ini
Tutorial legs 04 Animasi dengan Blender   Bag. 1 : Modeling
Untuk membuat bagian kakinya, lakukan langkah berikut:
  • pilih 3 vertex di bagian depan engkel dan extrude ke depan
  • bentuklah hingga membentuk sebuah kaki
  • terakhir untuk menutupnya, tekan F.
    200px Tutorial feet 14 Animasi dengan Blender   Bag. 1 : Modeling
  • untuk membuat kakinya lebih berbentuk, kita bisa lakukan Face Loop dengan menekan tombol Ctrl+Alt+mouse kanan. Lakukan juga penskalaan agar bentuk kakinya semakin bagus.
    200px Tutorial feet 19 Animasi dengan Blender   Bag. 1 : Modeling
Dan inilah hasil akhir model yang kita buat:
400px Tutorial feet 20 Animasi dengan Blender   Bag. 1 : Modeling